Notification

×

Iklan

Iklan

Lestarikan Budaya Leluhur, Desa Randupitu Gelar Doa Bersama Berbasis Hitungan Jawa

Kamis, 16 April 2026 | April 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-16T09:23:52Z


PASURUAN, pojoktelu.com
Pemerintah Desa (Pemdes) Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, terus menunjukkan jati dirinya sebagai desa inovatif. Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemdes Randupitu kini menghadirkan terobosan spiritual yang berakar kuat pada nilai-nilai budaya Jawa.

Pada Kamis (16/04/26) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, suasana Musala Balai Desa Randupitu tampak berbeda. Kepala Desa beserta seluruh jajaran perangkat desa duduk lesehan dengan khidmat, larut dalam lantunan doa dan istighosah yang dipimpin oleh Modin desa setempat.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah simbol ikhtiar batin agar kehidupan masyarakat Randupitu senantiasa diliputi keberkahan, kedamaian, dan kerukunan.

Menariknya, kegiatan ini dinamakan "Doa Kamis Pon". Nama yang terdengar unik ini ternyata menyimpan filosofi mendalam, hasil perpaduan apik antara nilai keagamaan dan kearifan lokal.

Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar seluruh warga tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama.

"Ini adalah "Kamis Pon" perdana yang kami laksanakan. Maknanya agar warga di seluruh dusun tetap teguh memegang rukun Islam," ujar Kades Fuad.

Ia menjelaskan, penamaan "Kamis Pon" diambil dari perhitungan kalender Jawa yang simbolik. Dalam neptu Jawa, Kamis bernilai 8 dan Pon bernilai 7. Jika dijumlahkan, hasilnya adalah 15.

"Di Desa Randupitu ada tiga dusun. Angka 15 itu jika dibagi tiga hasilnya adalah 5. Angka 5 inilah yang kami maknai sebagai simbol Rukun Islam. Artinya, kami berharap seluruh dusun di Randupitu selalu berlandaskan pada rukun Islam dalam kehidupan bermasyarakat," tambahnya.

Bagi Fuad, hitungan tersebut bukan sekadar angka. Melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

"Kami sengaja memilih hitungan Jawa karena kami orang Jawa. Tradisi leluhur tidak boleh hilang ini adalah bagian dari pelestarian budaya," tegasnya.

Kegiatan Doa Kamis Pon ini dipastikan akan menjadi agenda rutin di Desa Randupitu dengan Mudin Desa sebagai penanggung jawab pelaksanaannya. (Zaq/red)
×
Berita Terbaru Update