PASURUAN, pojoktelu.com
Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Pasuruan berlangsung dengan nuansa yang berbeda. Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, momentum ini dimanfaatkan para buruh untuk menyuarakan aspirasi mereka secara langsung kepada pemerintah.
Berpusat di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Jumat (1/1/2026), perayaan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti fun walk, olahraga bersama, dan pembagian doorprize. Namun, poin utama dari acara ini adalah pembacaan Petisi Buruh yang memuat poin-poin tuntutan strategis bagi kesejahteraan pekerja.
Petisi tersebut dibacakan oleh Sholeh, salah satu ketua federasi serikat buruh, didampingi puluhan pimpinan serikat lainnya di atas panggung. Ketua Panitia May Day 2026, Arifin, mengungkapkan bahwa poin paling krusial dalam petisi tersebut adalah desakan penghapusan sistem kerja outsourcing secara nasional.
"Kami berharap ada kado istimewa berupa penghapusan sistem outsourcing. Seperti yang pernah disampaikan Bapak Presiden, sistem ini sangat menyiksa dan tidak memberikan kepastian bagi masa depan buruh," ujar Arifin.
Selain tuntutan kepada pusat, para buruh juga menitipkan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan. Mereka meminta perlindungan menyeluruh bagi tenaga kerja lokal, mulai dari proses rekrutmen yang transparan hingga perlindungan hak-hak pekerja saat sudah aktif bekerja.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti aspirasi tersebut. Mas Rusdi sapaan akrabnya menyatakan bahwa Pemkab Pasuruan akan mengirimkan poin-poin tuntutan buruh tersebut ke tingkat nasional melalui jalur kedinasan resmi.
"Kami akan bersurat secara resmi kepada Pemerintah Pusat. Ini adalah langkah konkret daerah dalam menjembatani harapan rekan-rekan buruh kepada pemegang kebijakan di pusat. Meskipun keputusan akhir ada di sana, kami pastikan suara dari Pasuruan sampai ke meja pusat," tegas Mas Rusdi.
Dalam kesempatan itu, Mas Rusdi juga memberikan apresiasi kepada seluruh elemen buruh yang telah menjaga kondusivitas selama peringatan May Day sehingga acara berlangsung aman dan tertib. Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni industrial di Kabupaten Pasuruan melalui ruang dialog yang sehat.
"Alhamdulillah, sejauh ini dinamika antara pengusaha dan pekerja di Kabupaten Pasuruan selalu bisa diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Kami akan terus memantau agar hubungan ini tetap harmonis demi mencegah perselisihan yang berkepanjangan dan menjaga stabilitas ekonomi daerah," pungkasnya. (Zaq/red)
