PASURUAN, pojoktelu.com
Kegagalan pada panen perdana tidak menyurutkan semangat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lenong Jaya Makmur, Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Berbekal evaluasi dan inovasi tata kelola, BUMDes ini berhasil membalikkan keadaan dengan memanen lebih dari 30 ton melon di atas lahan seluas 8.200 meter persegi.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa lini usaha desa mampu bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus menyokong program ketahanan pangan nasional.
Panen raya melon yang berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat dan Kepala Desa Winong Mukminin. Momentum ini sekaligus menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa setelah sempat terpuruk pada musim tanam sebelumnya.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan pengurus BUMDes Lenong Jaya Makmur. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa desa memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan kreativitas dan keberanian mengambil risiko.
"Ini adalah bukti konkret bahwa desa mampu mengoptimalkan potensinya menjadi kekuatan ekonomi riil. Keberhasilan BUMDes Winong harus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Pasuruan untuk terus berinovasi menciptakan peluang usaha yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga," ujar Samsul.
Politisi tersebut juga menegaskan bahwa kerugian di masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan investasi pengalaman yang mahal.
"Jangan pernah takut gagal. Kerugian pada panen pertama adalah pelajaran berharga. Saya sangat mengapresiasi komitmen pengurus BUMDes yang tidak berhenti berbenah. Dengan kekompakan dan inovasi yang konsisten, sektor pertanian desa memiliki prospek yang sangat menjanjikan," imbuhnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Winong, Amiril Mukminin, menceritakan kilas balik budidaya melon di wilayahnya. Usaha ini awalnya dirintis oleh kelompok masyarakat (pokmas) sebelum akhirnya pengelolaan penuh diserahkan kepada BUMDes Lenong Jaya Makmur sejak tahun 2024.
Ia tidak menampik bahwa fase awal transisi tersebut berjalan berat karena hasil panen pertama belum mampu menutup biaya operasional produksi. Namun, situasi sulit itu justru memicu evaluasi total.
"Panen pertama kami memang merugi. Namun, teman-teman BUMDes menolak menyerah. Kami memperbaiki pola budidaya, sistem manajemen usaha, hingga teknik perawatan tanaman. Hasilnya, kualitas dan kuantitas panen musim ini meningkat drastis," papar Amiril.
Kerja keras tersebut kini terbayar lunas. Produk melon yang melimpah dan berkualitas tinggi tidak hanya berhasil menutup kerugian modal sebelumnya, tetapi juga memproyeksikan keuntungan segar bagi pendapatan asli desa (PADes).
"Alhamdulillah, hasil panen kali ini sangat memuaskan. Produksi melon melimpah dan langsung membalikkan kerugian tahun lalu. Ini menjadi suplemen semangat bagi kami untuk terus memperbesar skala usaha," tambahnya.
Melihat serapan pasar yang tinggi dan prospek bisnis yang cerah, BUMDes Lenong Jaya Makmur kini bersiap melakukan ekspansi. Mereka menjadwalkan penambahan lahan tanam seluas satu hektare pada musim tanam berikutnya.
"Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak volume produksi, membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal, serta memperkuat posisi BUMDes sebagai pilar utama ekonomi Desa Winong," tuturnya. (Zaq/red)
