Notification

×

Iklan

Iklan

Sidoarjo Perkuat Pelacakan Kontak dan Skrining TBC Langsung dari Rumah Warga

Rabu, 30 September 2026 | September 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-01T04:20:44Z

SIDOARJO, pojoktelu.com – Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sidoarjo kini semakin agresif dengan menyasar langsung lingkungan tempat tinggal masyarakat. Pemerintah daerah tidak lagi sekadar menunggu pasien datang berobat ke fasilitas kesehatan, melainkan aktif menjemput bola lewat penguatan pencarian kasus baru, pemeriksaan kontak serumah, dan pencegahan penularan sejak dini.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo hingga 25 September 2026, tercatat ada 3.849 kasus TBC yang berhasil ditemukan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.484 pasien telah mendapatkan pengobatan, dengan capaian keberhasilan mencapai 90,5 persen.

Komitmen penguatan berbasis masyarakat ini dikukuhkan melalui Deklarasi Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis Tingkat Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Pendopo Delta Wibawa pada Selasa (29/9/2026).

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menegaskan bahwa persoalan TBC tidak akan pernah selesai jika penanganannya hanya mengandalkan rumah sakit dan puskesmas.

"Penanggulangan TBC bukan hanya urusan tenaga kesehatan. Ini urusan kita bersama. Karena itu, penanggulangannya juga harus dilakukan bergotong-royong," ujar Mimik.

Oleh karena itu, pemerintah desa/kelurahan, kader kesehatan, keluarga, hingga seluruh lapisan masyarakat diminta terlibat aktif memutus rantai penularan. Pelacakan kontak serumah kini menjadi prioritas utama. Pasalnya, orang yang tinggal satu atap dengan pasien memiliki risiko tertinggi tertular, sehingga wajib mendapatkan pemeriksaan dan tindak lanjut medis.

Langkah ini sejalan dengan strategi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang tengah memperkuat pelacakan kontak erat secara luas demi mempercepat eliminasi TBC pada tahun 2030. Di Sidoarjo sendiri, skrining diperluas ke berbagai klaster berisiko tinggi, mulai dari fasilitas kesehatan, pondok pesantren, tempat kerja, hingga permukiman padat penduduk.

Untuk mendukung aksi nyata ini, pemerintah pusat menambah tiga unit X-ray portable untuk Kabupaten Sidoarjo. Ditambah dengan satu unit yang sudah dimiliki sebelumnya, kini Sidoarjo menyiagakan empat perangkat X-ray portable. Teknologi canggih ini memungkinkan pemeriksaan dada dilakukan langsung di tengah-tengah pemukiman warga secara praktis dan cepat.

Pemberdayaan garda terdepan di masyarakat pun ikut ditingkatkan. Sebanyak 656 kader kesehatan dikerahkan dan akan mendapatkan dukungan honorarium sebesar Rp500 ribu per bulan.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, mengamini pentingnya peran mereka. "Peran kader sangat krusial karena mereka berada paling dekat dengan masyarakat untuk membantu menemukan kasus, melacak kontak, dan memberikan pendampingan," kata Benjamin.

Di sisi lain, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, mengingatkan pentingnya aspek integrasi data dalam penanggulangan TBC. Menurutnya, akurasi data kasus dan kontak erat adalah fondasi utama untuk menentukan arah kebijakan penanganan selanjutnya.

Merespons hal itu, Wakil Bupati Mimik Idayana memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo siap mempererat kolaborasi lintas sektor. "Membasmi TBC memang tidak mudah. Tetapi kalau kita bergerak bersama, TBC pasti bisa kita tanggulangi," ucapnya optimistis.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menambahkan bahwa peta jalan penguatan program ini bertumpu pada tiga pilar utama: penemuan aktif (active case finding), layanan yang terhubung (connected care), dan pemberdayaan masyarakat. Rumah sakit, klinik, hingga puskesmas didorong untuk memastikan setiap pasien yang ditemukan segera mendapat obat dan dipantau hingga benar-benar sembuh total.

Melalui strategi komprehensif ini, penanganan TBC di Sidoarjo tidak lagi berhenti di balik meja fasilitas kesehatan, melainkan bergerak masuk ke dalam ruang keluarga, lingkungan sekolah, pesantren, hingga tempat kerja yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
×
Berita Terbaru Update