Notification

×

Iklan

Iklan

Kakanwil Kemenimipas Jabar Apresiasi Kemandirian SAE Lapas Kelas IIA Karawang

Senin, 22 Juni 2026 | Juni 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-23T03:30:58Z


KARAWANG, pojoktelu.com
Semangat membangun kemandirian terus tumbuh subur di balik kokohnya tembok lembaga pemasyarakatan. Bukan sekadar membina kepribadian, Lapas Kelas IIA Karawang sukses mentransformasi lahan menganggur (idle) menjadi pusat produktivitas yang membawa manfaat nyata bagi warga binaan, institusi, hingga masyarakat luas.

Komitmen ini ditinjau langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kakanwil Kemenimipas) Jawa Barat, Yudi Suseno. Didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma'ruf Prasetyo, beserta jajaran, Yudi menelusuri setiap sudut Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang kini menjelma sebagai pusat pembinaan berbasis kemandirian.

Kunjungan diawali dengan meninjau peternakan Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) yang menjadi komoditas unggulan. Di lokasi ini, Yudi berdialog dengan petugas mengenai sistem pemeliharaan, produktivitas ternak, hingga strategi pengembangan populasi demi mendukung ketahanan pangan nasional.

Rombongan kemudian bergerak menuju peternakan domba dan sapi yang dikelola secara terintegrasi. Bagi Yudi, indikator keberhasilan program ini bukan sekadar jumlah hewan ternak, melainkan efektivitas prosesnya sebagai media pembelajaran bagi warga binaan.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada inovasi Bank Pakan mandiri. Langkah ini dinilai strategis karena mampu memangkas ketergantungan pasokan luar dan menciptakan efisiensi biaya operasional peternakan di SAE Lapas Karawang.

Tak berhenti di situ, Yudi meninjau ruang penetasan telur berbasis teknologi sederhana. Menyaksikan langsung proses inkubasi dari telur hingga menjadi bibit unggul ayam, Kakanwil memuji komitmen Lapas Karawang dalam membangun ekosistem pembinaan yang berkesinambungan dari hulu hingga hilir.

Beralih ke sektor perikanan, jajaran Kanwil Jabar memantau langsung budidaya Ikan Nila Nirwana. Deretan kolam yang tertata rapi menjadi bukti keseriusan Lapas Karawang dalam mendiversifikasi program ketahanan pangan. Di sela-sela peninjauan, diskusi hangat mengalir mengenai metode pemeliharaan dan optimalisasi hasil panen.

"SAE ini bukan sekadar lokasi budidaya peternakan atau perikanan. Ini adalah laboratorium pembelajaran yang membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang produktif, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi positif saat kembali ke masyarakat nanti," ujar Yudi Suseno optimis.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma'ruf Prasetyo, menegaskan bahwa optimalisasi SAE ini merupakan langkah konkret dalam mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

"Kami ingin memastikan setiap program pembinaan memberikan keterampilan aplikatif. Melalui SAE, warga binaan tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga membangun etos kerja dan kepercayaan diri. Ketahanan pangan yang kita bangun hari ini sejatinya adalah investasi untuk mencetak SDM yang lebih baik di masa depan," pungkas Ma'ruf.

Kunjungan kerja ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi pemasyarakatan berjalan dinamis. Melalui ekosistem SAE yang terintegrasi, Lapas Kelas IIA Karawang membuktikan bahwa dari balik tembok pidana, inovasi, kemandirian, dan harapan baru dapat tumbuh secara berkelanjutan. (*)
×
Berita Terbaru Update